Karena Aku
Seorang Petani
“
Yud bagusnya ambil apa ya ?”
“
Pertanian Nis”
“
Kamu mah ditanya serius jawabnya ngawur.”
“
Loh apa ada yang salah dari jawabanku ?”
“
Kalau mau jadi petani mah gak usah bayar mahal-mahal buat kuliah Yud. ”
“
Petani yang seperti apa dulu Nis ..”
“
Petani ya petani Yud, yang kerja penuh keringat tapi tetep gak kaya juga”
“
Bukan seperti itu Nis...”
***
“Cita-cita
ku adalah menjadi seorang dokter”
“
Aku mau jadi guru”
“Aku
besok mau jadi polwan”
Masa
kecil memang masa dengan percaya diri tinggi untuk mengungkapkan apa yang kita
kagumi untuk dijadikan sebagai cita-cita. Namun tidak semua cita-cita itu
dipertahankan oleh pemiliknya sampai Ia dewasa karena berbagai alasan. Begitu
pula dengan Yuda,Yuda awalnya sangat ingin menjadi seorang pegawai negeri sipil
dengan alasan supaya kelak meskipun dirinya sudah tidak mampu untuk bekerja , masih
ada jaminan gaji pensiun. Namun saat ini harapan terbesar Yuda saat ini adalah
bisa lolos SNMPTN Jurusan Pertanian.
“
Takut ambil jurusan favorit Dia mah,”
“
Iya kalo pertanian kan saingannya sedikit, pastilah dia akan keterima,”
“
Gak kasihan sama orang tuanya kali yaa, Dia kan anak tunggal kok cuma mau jadi petani. ”
Tidak
ada satu kalimat pun dari gadis penggosip SMA itu yang benar menjelaskan alasan
Yuda memilih pertanian. Bukan saingan jurusan favorit dalam SNMPTN yang Yuda
takuti , bukan pula Dia tidak ingin membahagiakan orang tua. Dia ingin
membahagiakan semua keluarga besar,dan bahkan cita cita terbesar Yuda adalah
mampu berpartisipasi dalam menjadikan seluruh Bangsa Indonesia hidup dalam
kebahagiaan dengan potensi dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.
***
Hari
ini adalah hari yang sangat dinantikan anak kelas XII , karena hari ini akan
diketahui siapa yang akan mendapat merah dan siapa yang mendapat kata selamat.
Suasana disekolah sangat bervariasi ada tangis bahagia, ada tangis kesedihan,
ada yang diam tanpa kata, ada pula yang langsung lompat mengambil tas yang dia
letakkan di meja kemudian lari pulang ke rumah yaitu Yuda.
“ Assalamualaikum,Emak, Abah ! ” Yuda Pulang
dengan penuh keceriaan.
“
Waalaikumussalam,Abahmu masih di sawah Yud. Kenapa kamu nampak senang sekali.”
“
Nanti Yuda ceritakan sekalian kalau Abah pulang Mak.”
“
Ya sudah bersihkan dirimu dan segeralah ambil makan. “
“
Emak paling tahu kalo Yuda sedang lapar hehe..”
Matahari
sudah mulai tenggelam , langit nampak indah dengan warna khas senja yang membuat
desa tempat Yuda tinggal menjadi nampak sangat asri , didukung pepadian yang
mulai menghijau. Seorang pria paruh baya berjalan sambil bersenandung dengan
kaos oblong sederhana, cangkul di pundak kanan dan topi caping kas fashion
petani yang Ia kenakan. Pria itu adalah Pak Ibrahim, sosok ayah yang selalu
memberikan dukungan kepada anaknya terutama dalam hal menuntut ilmu.
“
Emak aku jemput Abah ya, sudah hampir
maghrib begini Abah belum juga sampai rumah.”
“
Tidak usah Yud, Abah sudah sampai ni. ” Abah datang, mengambil alih jawaban
Emak.
“
Ya ampun Abah kok baru pulang ?”
“
Dari tadi anakmu itu menunggu , entah apa yang hendak dia katakan ke Abah.”
“
Mau bicara apa Le ? ”
“
Abah mandi saja dulu,lalu makan Bah, Abah sudah lapar bukan ? ”
“
Tahu betul kamu Yud kalau Abah lapar sekali.”
“
Emak yang mengajari kata kata itu Bah
hehe.”
***
“ Abah, Emak, tadi sudah keluar pengumuman
SNMPTN nya”
“
Bagaimana hasilnya Le ? ”
“
Anu Bah Anu...”
“
Yud ... Yud, tadi Abah di sawah kamu gak sabar mau cepet cepet ngobrol, giliran
Abah sudah di rumah, cuma mau ngomong ona
anu ona anu, itu abah sudah menunggu ceritamu.”
“Betul
kata Emakmu Le, segeralah cerita apa yang mau diceritakan.”
“
Jadi begini Emak, Abah, sebenernya Yuda sedikit takut mengungkapkannya, tapi Yuda
sangat bahagia karena Yuda lolos SNMPTN”
“
Apa Yud ? Serius kamu Yud ? Terima kasih Gusti,”
“Alhamdulillah
semoga saja kamu benar-benar menjadi orang yang bermanfaat bagi dirimu sendiri,
keluargamu, juga negara Yud”
“
Aamiin,”
“
Loh lantas kenapa kamu tadi bilang
takut Le,”
“
Karena Yuda takut Abah dan Emak akan memarahi Yuda, seperti halnya teman teman
yang mengejek Yuda. ”
“
Kamu ini nglindur apa gimana Le,
orang tua mana yang akan memarahi anaknya yang baru saja lolos seleksi nasional
masuk pertguruan tinggi negeri.”
“
Kamu itu kok ya lucu Yud Yud, kenapa Emak mesti marah ?”
“
Karena Yuda , Yuda ambil jurusan pertanian UGM , Mak, Bah.” dengan nada lirih Yuda mencoba menjelaskan
yang menjadi inti pembicaraan.
“
Hahahahahahahahaha” Emak dan Abah justru tertawa, Yuda bingung dengan situasi
ini.
“
Bahkan Emak dan Abah juga menertawakan impianku ? Apa Abah juga berpikir tidak
perlu kuliah kalau hanya ambil pertanian ?” Yuda mulai teringat kata-kata
teman-temannya tentang pertanian. Dia mulai tidak tenang “Atau Emak berpikir
Yuda penakut, yang tidak berani mengambil jurusan kedokteran, teknik dan
lainnya? Atau..”
“
Ssssssssssst udah udah Abah ini ketawa karena melihat ekspresimu yang sangat
menggelikan. Kamu itu he ngomong apa, Abah ini dan juga Emakmu itu akan
menerima keputusanmu,pilihanmu,”
“Asalkan
kamu mampu menjelaskan apa alasanmu Yud, sebagai pemuda harus bisa
mempertahankan argumennya jika itu memang benar, janganlah mudah terkecoh
dengan omongan orang yang tidak tau sebenarnya.”
Yuda
lega ketika melihat respons kedua orang tuanya. Sebagai lulusan terbaik di SMA
, Yuda berjanji kepada Abah dan Emak , alasan mengapa dia memilih pertanian
akan ia jelaskan ketika wisuda siswa nanti bersamaan dengan penyerahan
penghargaan.
***
“
...Yuda Bangun, ” nama Yuda diucapkan secara lantang oleh pembawa acara,
sanjungan , tepuk tangan mengiringi Yuda menaiki mimbar sang juara. Yuda diberi kesempatan untuk mengucapkan satu dua patah
kata. Diawali dengan salam Yuda mulai menyampaikan apa yang sudah Ia
persiapkan, sampai pada bagian pesan,
“...
Teman-teman ketika kita berhasil keluar dari SMA ini, itu berarti kita harus
mampu memulai peran kita sebagai pemuda.
Seorang pemuda yang akan meneruskan perjuangan para pejuang,yang akan meluruskan
NKRI sesuai dengan pilar pilar kebangsaan,” Yuda mulai mengajak teman-temannya
untuk berpikir nasionalis. “Berjuang yang seperti apa ? perjuangan kita saat
ini lebih sulit dari perjuangan melawan penjajah pada zaman dahulu. Perjuangan
kita saat ini lebih sulit karena penjajahan pada zaman sekarang tidak
menampakkan kekejaman tetapi merusak segala hal secara halus. Oleh sebab itu ayo
sama sama kita pahami potensi negeri kita. Hal kecil yang sudah terlihat jelas
didepan mata kita, Kita adalah negara agraris , berarti yang seharusnya menjadi
aktor utama adalah petani. Tapi mengapa sekarang pemuda enggan bertani ? Kenapa
masyarakat kelas bawah di desa kita identik dengan petani ? Itu karena dalam
sistem pertanian khususnya di desa kita memerlukan pemuda yang mau mencari ilmu
, memperdalam ilmu pertanian dan mampu serta mau menggunakan ilmu tersebut
untuk mencari tahu apa masalah yang ada dengan pertanian dan bagaimana
menjadikan pertanian semakin berkualitas dan mampu membawa Indonesia menjadi
sejahtera.....Wassalamualaikum wr.wb. ” Yuda berhasil menyampaikannya dengan
semangat yang menggebu-gebu.
Intinya
Yuda hanya ingin mengajak teman-temannya sebagai pemuda untuk jangan takut
menjadikan petani sebagai kunci untuk membangun negeri.
***
Yuda
sangat menekuni kuliah nya , dia benar benar mencari ilmu bukan hanya mengejar
Indeks Prestasi. Setelah satu semester Yuda sudah mampu memperbarui sistem
persawahan milik kedua orang tuanya sehingga menghasilkan panen 5x lipat lebih
banyak dari sebelumnya. Pada saat semester enam Yuda sudah mampu membuat
masyarakat desanya semakin produktif dalam bertani, dan pemuda desa mulai
bangga jika harus ikut turun tangan dalam pemaksimalan hasil pertanian.
Pencapaian terbesar yang bisa di berikan Yuda sebagai seorang yang bergelut
dalam bidang pertanian adalah dia mampu menjadikan petani desa nya saja mampu
mengimpor beras dengan kualitas unggul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar